www.toko-alkes.com

Tanya Jawab Tentang Anak

SEMAKIN besar, ada saja ulah anak yang bikin Moms kagum sekaligus kalang kabut. Tak jarang Moms berucap, Wow, anakku hebat!, kali lain Aduh, wajar nggak sih ini? atau Kenapa begini... terus harus bagaimana dong?.

Nah, segala pertanyaan soal tumbuh kembang si 1 2 tahun yang Moms lemparkan ke redaksi, telah dijawab secara khusus oleh dr. Mas Wishnuwardhana Widjanarko, SpA, M.Si. Med, Dokter Spesialis Anak dari RS Hermina Grand Wisata dan Global Awal Bros Hospital, Bekasi. Yuk, temukan jawabannya!



T : Dok, hingga kini anak saya (24 bulan) belum bisa berhenti mengisap jempolnya. Ritual itu dilakukannya pada saat tidur. Biasanya, dia berganti jempol, entah itu jempol kanan atau kiri. Untuk menghilangkan kebiasaan itu, saya mengolesi jempolnya dengan tanaman pahit. Tapi, dia malah ngamuk dan susah tidur. Dok, bagaimana mengatasinya?

J : Ibu, coba alihkan perhatian si anak. Misalnya, sebelum tidur, ajaklah dia bermain atau mendongeng.Tapi, kalau cara itu belum ampuh juga, coba periksakan si kecil ke DSA, apakah dia memiliki kelainan syaraf. Atau Ibu dapat berkonsultasi kepada psikolog anak untuk mengetahui benarkah pola asuh Ibu.




T : Dok, anak saya (24 bulan), setiap kali dilatih berjalan, kakinya langsung dilipat. Saya sudah berusaha ke dokter, pengobatan alternatif, namun belum berhasil juga. Lalu, apalagi yang harus saya lakukan?; Benarkah mitos yang mengatakan setelah makan ikan laut tidak boleh langsung minum susu. Katanya, harus ada rentang waktu sekitar 4 jam; Mengapa anak saya setiap akan tidur harus minum susu, meski dia sudah makan?

J : Sebaiknya, terlebih dulu periksakan kondisi anak ke DSA untuk melihat hasil pemeriksaan syarafnya, adakah kelainan atau kelumpuhan. Tentang mitos setelah makan ikan laut tidak boleh langsung minum susu itu adalah tidak benar. Berikutnya, soal kebiasaan minum susu setiap kali hendak tidur walau sudah kenyang. Sebenarnya, hal itu karena Ibu memang membiasakan si kecil mengasup susu sehingga anak sudah terbiasa dengan pola seperti itu.



T : Dok, apakah keterlambatan berjalan itu memang ada hubungannya dengan imunisasi? Benarkah anak hanya melengkapi imunisasi dasar saja atau harus dengan imunisasi lanjutan?

J : Sesungguhnya, keterlambatan berjalan itu tidak ada hubungannya dengan imunisasi. Sebab, ada beberapa hal yang berpotensi mengakibatkan hal itu terjadi, seperti otot lemah atau lumpuh; penyakit syaraf yang menyerang syaraf berjalannya; gizi kurang atau buruk; atau stimulasi lingkungan sekitar - kurang dilatih berjalan. Sebaiknya, imunisasi dasar diikuti pula dengan imunisasi lanjutan. Pasalnya, kadar kekebalan tubuh anak mulai menurun, sehingga dia perlu mendapat imunisasi lanjutan agar kekebalan tubuhnya normal terhadap kuman.



T : Dok, saya bingung nih. Anak saya usianya 16 bulan, tapi beratnya masih 8 kg. Apakah itu normal? Bagaimana saya tahu berat normal sesuai usianya? Dan bagaimana pula meningkatkan nafsu makan anak?

J : Sayangnya, saya kurang tahu pasti berapa bobot badan bayi Ibu pada bulan sekarang dan sebelumnya. Nah, berat badan ini sebetulnya bisa diplotkan pada kurva pertumbuhan. Bila garisnya masih sejajar dengan kurva pertumbuhan, bisa dikatakan BB-nya tergolong normal growth. Namun, bila BB naik, tapi tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan atau tetap atau turun dibanding BB sebelumnya, maka BB bayi tidak normal dan harus dicari. Untuk meningkatkan nafsu makan, Ibu bisa memberikan suplemen nafsu makan, juga vitamin dan mineral.



T : Kalau saya perhatikan rambut anak saya (15 bulan) tipis banget. Padahal, saya sudah dua kali menggundulinya, saat usianya 1 bulan dan 12 bulan. Dan tiap habis keramas, saya rajin mengolesi dan memijat kepala dengan hair lotion kemiri. Tapi, tetap saja rambutnya tipis. Bagaimana ya Dok agar rambut anak saya bisa lebat?

J : Umumnya tebal-tipisnya rambut ada kaitannya dengan faktor keturunan dan gizi anak. Jika memang ada faktor keturunan orangtua memiliki rambut tipis, maka anak pun akan mengalami hal serupa. Begitu pula dengan gizi anak. Bila gizinya kurang atau buruk, maka rambut-nya pun cenderung lebih tipis. Nah, tetap perhatikan asupan gizi anak yang mengandung empat sehat lima sempurna.



T : Dok, anak saya (18 bulan) dengan berat badan10 kg. Dulu, dia terlahir pada usia kehamilan 7 bulan dengan BB: 1,1 kg. Selama 2 bulan, dia dirawat di inkubator. Dan selama di RS, dia transfusi sebanyak 3 kali karena anemia, tapi paru-paru normal. Pertanyaannya adalah benarkah tumbuh kembang anak prematur itu berbeda dengan anak usianya yang lahir normal? Apakah benar anak prematur itu gampang alergi sebab anak saya termasuk sensitif terhadap makanan - dilarang DSA-nya makan telur, seafood, juga susu berlemak tinggi; Lalu, bila anak sudah mendapat imunisasi varilix, apakah dia perlu diimunisasi MMR?

J : Memang, pertumbuhan anak prematur dengan anak lahir dengan cukup bulan dan BB cukup adalah berbeda. Kondisi anak prematur, organ-organnya belum matang ketimbang bayi cukup bulan, seperti otak, paru, saluran pencernaan, sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, dia lebih mudah terkena alergi. Mengenai alerginya, coba lakukan tes alergi dari makanannya, sehingga Ibu bisa merencanakan makanan anak yang dihindari atau yang tidak bisa diasup anak. Tentang vaksin MMR - Measles (campak), Mumps (gondongan), Rubella - itu bisa diberikan kepada anak, meski sebelumnya dia mendapat imuniasai varilix (berisi varicella atau cacar air). Sebaiknya, pemberian vaksin varilix dan MMR diberikan jarak dua minggu.


(Mom& Kiddie//ftr)
Sumber: www.lifestyle.okezone.com

0 komentar: